Bikin Sarikaya nangka no kukus, no oven, no ribet pula? Adakah Sahabat Desi's Corner yang pernah dengar atau pernah mencoba membuat olahan dari nangka ini? Kalau aku biasa membuat sarikaya itu bahannya dari roti tawar, telur, gula merah, santan atau susu, lalu dikukus.
Kalau dari hasil resep contekan sih, nama aslinya setup nangka. Tapi pas dibaca bahan-bahan setup dan cara membuatnya, hampir sama dengan sarikaya yang biasa kubuat. Cuma beda tipis. Proses akhir sarikaya dikukus sedangkan setup disiram santan.
Baca Juga: Oseng Tempe Kacang Panjang Pedas Manis
Kalau dari hasil resep contekan sih, nama aslinya setup nangka. Tapi pas dibaca bahan-bahan setup dan cara membuatnya, hampir sama dengan sarikaya yang biasa kubuat. Cuma beda tipis. Proses akhir sarikaya dikukus sedangkan setup disiram santan.
Baca Juga: Oseng Tempe Kacang Panjang Pedas Manis
Sarikaya Nangka No Kukus, No Oven
Ceritanya tiga hari yang lalu tetangga depan rumah mengirim nangka buah yang sudah matang. Kalau dimakan buah secara utuh kan, sudah biasa. Sesekali boleh lah ya, makan buah nangka yang diolah dulu.Dicarilah resep olahan serba nangka. Banyak juga hasil pencarianku tentang olahan nangka matang ini. Mulai dari bolu, tako, talam, prol, muffin, nangka ketan thailand, sampai nangka goreng.
Dari semua resep olahan nangka matang yang aku temukan ini, belum ada yang klik dengan mood dan ketersediaan bahan di dapur. Termasuk tingkat keribetan dan lama pengerjaan juga memengaruhi faktor semangat saat pembuatan sarikaya.
Seandainya kata kunci waktu mencari olahan "nangka serba matang" diganti dengan "sarikaya nangka". Aku bisa mendapat banyak referensi. Soalnya kata sarikaya dan resepnya yang aku dapat dari Mamah ini adalah makanan zaman dari aku kecil. Dan dari dulu ya, cuma berbahan dasar roti dan teman-temannya seperti yang aku sebut di atas tadi.
Ternyata bahan tambahan untuk sarikaya ini banyak. Tidak hanya roti dan gula merah saja. Sarikaya ini bisa ditambah dengan potongan buah pisang selain nangka. Hmm, tapi kayaknya buah durian juga kudu dicoba. Tekstur buah durian sepertinya cocok untuk dibuat sarikaya.
Baca Juga: 5 Tips Ibu Bahagia Selama Pandemi
Lama pengerjaan dari mulai persiapan, pengolahan, dan sampai selesai untuk membuat sarikaya nangka ini, dibutuhkan waktu kurang lebih satu jam. Nggak ribet kalau menurutku sih, ya. Gampang banget.
Mari kita mulai membuat sarikaya nangka no oven, no kukus ini.
Resep Sarikaya Nangka No Kukus, No Oven, No Ribet
Mari kita mulai membuat sarikaya nangka no oven, no kukus ini.
Baca Juga: Mengatur Finansial Rumah Tangga Ala-Ala
2. Nangka - 250 gr (aku tambahin lagi 5 buah potong nangka. Biar lebih nendang pas makannya. wkwk)
3. Gula pasir - 100 gr
4. Santan kental - 200 ml (aku pakai santan instan 3 bungkus isi 65 ml)
5. Air - 1 ltr
6. Garam - ½ sdt (secukupnya)
7. Vanili - 1 sdm
8. Daun pandan - 2 lbr (ikat simpul)
Bahan yang dibutuhkan:
1. Roti tawar - 500 gr2. Nangka - 250 gr (aku tambahin lagi 5 buah potong nangka. Biar lebih nendang pas makannya. wkwk)
3. Gula pasir - 100 gr
4. Santan kental - 200 ml (aku pakai santan instan 3 bungkus isi 65 ml)
5. Air - 1 ltr
6. Garam - ½ sdt (secukupnya)
7. Vanili - 1 sdm
8. Daun pandan - 2 lbr (ikat simpul)
Cara membuat:
1. Sobek acak roti tawar tapi jangan terlalu kecil.2. Potong dadu nangka kecil-kecil (bukan potong halus juga, sih) atau sesuai selera. Kalau aku suka potong kecil-kecil. Maksudnya sih, supaya buah nangka tersebar rata ke bagian dalam dan luar roti nantinya.
3. Tuang air ke dalam panci. Didihkan.
4. Setelah air mendidih, masukkan santan, gula, garam, vanili, daun pandan. Aduk santan sampai panas bukan sampai mendidih.
5. Setelah santan mengeluarkan uap panas, masukkan potongan nangka. Aduk kembali sampai mendidih dan nangka mengeluarkan aroma wangi. Tes rasa. Kalau aku tambahin garam lagi, biar lebih gurih.
6. Tuang kuah santan nangka ke atas roti tawar yang sudah disobek-sobek tadi. Aduk dan ratakan nangka hingga ke bagian dalam roti dan permukaan.
7. Tunggu sampai uap panas sarikaya hilang, tutup wadah. Lalu masukkan loyang ke dalam kulkas. Biarkan dingin.
Baca Juga: Tetap Produktif Meski Diam di Rumah
Karena aku nggak punya wadah besar dimana adonan bisa sekaligus masuk. Jadinya aku dijadikan dua loyang. Aku coba pisahkan cara penyimpanannya. Satu loyang disimpan di rak kulkas biasa. Satu loyang lagi aku simpan di freezer.
Hasil dan sensasinya beda. Sarikaya nangka yang aku simpan di freezer teksturnya mengeras tapi nggak membeku. Pas dimakan rasanya seperti menggigit kue. Hmm, kayak es kue, gitu. Tahu dong, Sahabat Desi's Corner rasanya es kue kayak gimana? Enak, enak, enak, suka bingits.
Aroma nangkanya enak, santannya juga terasa gurihnya. Perpaduan gurih dan manis ditambah empuknya roti tawar yang masih berbentuk roti sobek, beneran bikin nagih. Percobaan pertama ini berhasil. Kakak sampai bilang, "bikin lagi, Mah."
Sedangkan untuk sarikaya nangka yang disimpan di rak kulkas biasa selama sehari semalam, teksturnya seperti puding. Suami aja bilang enak. Cuma nggak bisa banyak-banyak makannya karena menggunakan santan. Biasalah ya, kolesterol. Tapi akunya jadi enak karena saingan makannya berkurang wkwk.
Setelah olahan roti dan nangka yang disiram kuah santan ini. Mungkin aku akan mencobanya dengan mengukus. Tapi santan yang digunakan akan lebih banyak. Karena pada saat proses pengukusan, cairan dalam adonan akan menguap. Jadi, agar tetap empuk, santan harus dilebihkan sedikit dari atas permukaan adonan.
Karena aku nggak punya wadah besar dimana adonan bisa sekaligus masuk. Jadinya aku dijadikan dua loyang. Aku coba pisahkan cara penyimpanannya. Satu loyang disimpan di rak kulkas biasa. Satu loyang lagi aku simpan di freezer.
Hasil dan sensasinya beda. Sarikaya nangka yang aku simpan di freezer teksturnya mengeras tapi nggak membeku. Pas dimakan rasanya seperti menggigit kue. Hmm, kayak es kue, gitu. Tahu dong, Sahabat Desi's Corner rasanya es kue kayak gimana? Enak, enak, enak, suka bingits.
Aroma nangkanya enak, santannya juga terasa gurihnya. Perpaduan gurih dan manis ditambah empuknya roti tawar yang masih berbentuk roti sobek, beneran bikin nagih. Percobaan pertama ini berhasil. Kakak sampai bilang, "bikin lagi, Mah."
Sedangkan untuk sarikaya nangka yang disimpan di rak kulkas biasa selama sehari semalam, teksturnya seperti puding. Suami aja bilang enak. Cuma nggak bisa banyak-banyak makannya karena menggunakan santan. Biasalah ya, kolesterol. Tapi akunya jadi enak karena saingan makannya berkurang wkwk.
Setelah olahan roti dan nangka yang disiram kuah santan ini. Mungkin aku akan mencobanya dengan mengukus. Tapi santan yang digunakan akan lebih banyak. Karena pada saat proses pengukusan, cairan dalam adonan akan menguap. Jadi, agar tetap empuk, santan harus dilebihkan sedikit dari atas permukaan adonan.
Baiklah, nanti kalau dapat kiriman nangka lagi, baru di eksekusi, wkwk. Hmm, tapi biar suami bisa makan lebih banyak, gimana kalau santannya diganti dengan susu low fat atau fiber cream?
Baiklah Sahabat Desi's Corner, sekarang giliran kamu mencoba resep sarikaya nangka no kukus, no oven, no ribet ini. Awas, jangan sampai ketagihan, yaa.
wah jadi pengen langsung buat di rumah, terima kasih untuk resepnya ya kak :D
ReplyDeleteTerima kembali, Kak. Dan selamat mencoba resepnya. Semoga ketagihan :D
DeletePenampakan gambarnya saja sudah sangat menggoda. Let's try this one at home soon. nangka mana nangka....
ReplyDeleteApa perlu dikirim nangkanya, nih, Pak Yo? Seriusan rasanya enak bingits.
DeleteWaaah menarik buat dicoba nih. Aku gak ada oven jadi seneng deh sama resep-resep gini. Apalagi bikinnya gak ribet :D
ReplyDeleteCuz eksekusi segera Mbak Zakia. Saya juga paling seneng resep kue yang simple, nggak pake mixer. Tinggal aduk² aja. Trus, jadi :-D
DeleteBeuh gak kebayang gimana rasanya si ini, belum nyoba soalnya heuheu... Namanya unik ka, dua2nya nama buah
ReplyDeleteJangan dibayangin Kak Yul. Bikin aja, yuk! Klo dah ngerasain dijamin ketagihan. Apalagi klo dah dingin.
DeleteKayaknya enak banget nih, Bu.. Di-bookmark dulu ah, nanti coba buat pas ada nangka
ReplyDeleteSiiip, Mbak Nia. Lumayan gampang dan nggak butuh bahan banyak bikinnya. Cuma nangkanya emang buah musiman. Kudu sabar menanti.
DeleteMbak desiii, aku ngiler nih, hayo tanggung jawab wkwk
ReplyDeleteNyok, ah, kita ketemuan aja Bun. Ntar dibikinin terus kita makan bareng. Semoga ada rezeki jodoh ketemuan ya, Bun. Aamiiin.
DeletePatut dicoba. Apalagi pas nanti anak-anak pulang dari pondok. Setuju sama santan diganti susu low fat aja. Hehe
ReplyDeleteIya, Mbak Din. Bisa pake susu low fat biar lebih aman buat tubuh. Ato fiber cream juga bisa.
DeleteTernyata gampang banget bikin sarikaya. Semoga bisa segera bikin ini makanan hehe.
ReplyDeleteAku suka coba2 resep soalnya hehe
Nah, iya, gampang kan, Mbak Viandri. Wah, kalau suka coba² resep. Boleh dong tukeran resep yang unik ato yang jarang dibikin sama orang banyak. ;-)
DeleteDi daerahku namanya srikaya,
ReplyDeleteTapi blm pernah sihh ngolah pake nangka gini, biasanya identik Srikaya di Aceh pun lebih pengolahan telurnya sih yg dominan..
Jadi pengen, nangka ini buah favorit juga di rumah. Apalagi dapat kiriman ya... Pasti seneng banget.
ReplyDeleteEnak banget iniii, sayang sejak lambung bermasalah makan nangka dikit aja langsung nyeri. Padahal dulu pas masih belia bapak panen nangka makan sepuasnya tak mengapa. Heuheu
ReplyDeleteAku menghindari nangka sejak tahun 2016. Qodarullah ibu meninggal setelah beberapa hari mengonsumsi nangka. Jadi sejak saat itu, kalau ingat nangka, ingat ibu... akhirnya sepengen apapun, jadi nggak pengen makan. Tapi lihat foto kue yang dibagikan mbak Desy, kok ngiler ya.. berharap ada yang mau bikinin wkwkwk.
ReplyDelete