Cat Lover Wajib Tahu 5 Masalah Kesehatan Kucing Karena AC
Nggak cuma kita manusia yang butuh AC kalau lagi cuaca panas. Kucing juga sama, mereka suka kalau ruangan yang didiami adem.
Seperti Pipin dan Awan, kucing-kucing kesayangan yang tinggal bareng sama aku. Mereka berdua tuh, ngerti kalau tidur malam mesti masuk kamar. Terlebih sekarang hawanya tuh lagi panas banget. Malam hari aja sekitar pukul 19.00 WIB-an, liat di layar gawai, suhunya 31 derajat celsius.
Jadi Pipin dan Awan kalau lihat aku nyalain AC. Nggak lama mereka berdua minta masuk ke kamar. Padahal aku baru mau sikat gigi.
Pendingin udara adalah penyelamat di cuaca panas. Wah kudu bilang terima kasih nih ke penemu AC Bapak John Gorrie dan Willis Haviland Carrier. Jasa Mereka bikin kita semua bisa tidur malam jadi nyenyak.
Balik lagi ke soal kucing, pernahkah terpikir kalau pendingin udara atau AC juga dapat membuat mereka sakit selain tentunya menangkal hawa panas?
Baca Juga: Bob Si Kucing Jalanan, Mengubah Hidup Seorang Pecandu Narkoba
Sama seperti manusia, hewan peliharaan (kucing) juga bisa sensitif terhadap perubahan suhu, dan paparan udara dingin yang berkepanjangan bisa mempengaruhi kesehatan mereka.
Meskipun sebagian besar hewan peliharaan menikmati lingkungan yang sejuk, penggunaan AC berlebihan dapat menyebabkan masalah seperti kulit kering, iritasi pernapasan, dan bahkan nyeri sendi pada hewan yang lebih tua.
Beberapa ras bahkan lebih rentan dibanding yang lain, terutama yang memiliki bulu pendek atau ukuran tubuh kecil. Kuncinya adalah menemukan keseimbangan − menjaga rumah tetap sejuk tanpa membuat teman berbulu merasa tidak nyaman.
Baca Juga: Simak 6 Manfaat Memelihara Kucing yang Harus Sahabat Tahu
Bagaimana AC Mempengaruhi Hewan Peliharaan?
Pendingin udara menjaga tubuh kita tetap dingin dan nyaman, tetapi juga dapat mempengaruhi tubuh hewan peliharaan dalam hal ini adalah kucing.
Tidak seperti manusia, hewan peliharaan tidak bisa mengatur termostat atau mengambil selimut ketika mereka kedinginan. Beberapa ras, terutama anjing berbulu pendek, kucing, dan hewan kecil seperti kelinci atau marmut, lebih rentan terhadap efek pendingin udara.
Udara dingin dapat menyebabkan kulit hewan peliharaan kering serta menyebabkan rasa gatal dan iritasi. Juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan pernapasan, terutama bagi hewan peliharaan yang memang sudah memiliki asma atau alergi.
Hewan peliharaan senior (seperti kucing yang berusia di atas 10 tahun) dan mereka yang menderita artritis mungkin akan mengalami nyeri sendi jika berada di lingkungan yang dingin.
Baca Juga: Ngomong Sendiri? Ini 5 Manfaat Self-Talk Bikin Mental Sehat
Selain itu, perubahan suhu yang tiba-tiba − seperti berpindah dari luar rumah yang panas ke ruangan yang sangat dingin − dapat memberikan stres pada tubuh mereka.
Tapi tenang, ada kabar baiknya yaitu kita dapat menjaga kenyamanan kucing dengan mempertahankan suhu dalam ruangan dan memastikan tingkat kelembaban yang tepat, dan menyediakan tempat yang hangat dan nyaman untuk mereka beristirahat.
Beruntung Awan dan Pipin kucing indoor seratus persen. Jadi mereka berdua nggak mengalami perubahan suhu yang signifikan dari luar masuk ke dalam rumah.
Baca Juga: Ada Apa dengan Tanaman Janda Bolong? Simak 5 Fakta Tentang Tanaman Ini
Masalah Kesehatan Umum pada Kucing Akibat AC
Pendingin udara memang dapat menjaga rumah tetap sejuk, tapi di sisi lain juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan masalah kesehatan pada kucing dan hewan peliharaan lainnya.
Beberapa hewan bahkan lebih sensitif terhadap udara dingin, terutama untuk hewan ras kecil seperti anjing chihuahua, kucing Devon Rex, hewan berbulu pendek seperti ras BSH (British Short Hair), dan hewan senior.
Berikut adalah beberapa masalah kesehatan umum yang mungkin dialami hewan peliharaan termasuk kucing akibat pendingin udara (AC):
1. Masalah pernapasan
Udara dingin dan kering dapat mengiritasi saluran pernapasan hewan peliharaan, menyebabkan batuk, bersin, atau kesulitan bernapas, terutama pada hewan peliharaan yang menderita asma atau alergi.
Sebenarnya Pipin sudah punya gejala bengek alias napasnya "ngik-ngik gitu" tapi gak sering. Biasanya aku suka puk-puk dada di kiri dan kanannya, gantian gitu. Tapi ngik-ngiknya Pipin nggak di kamar ber-AC aja. Di ruangan lain tanpa AC seperti kamar belakang, ruang tamu, tengah/dapur dia suka batuk sedikit ngik-ngik.
Harus periksa ke dokter sih ini mah.
Baca Juga: Sendiri Bukan Berarti Kesepian. Simak 4 Perbedaannya Berikut Ini
2. Kulit kering dan gatal
AC menghilangkan kelembapan udara, otomatis kulit hewan peliharaan bisa jadi kering. Kulit yang kering dapat pada kucing dan hewan peliharaan lainnya dapat menyebabkan gatal, mengelupas, atau bulu rontok yang berlebihan.
Aku sih kepikiran untuk pasang humidifier si kamar biar kelembapannya terjaga. Tapi barus cari tahu dulu, aman gak buat Awan dan Pipin.
Kalau sekarang, aku suka nyalain air purifier pas mau tidur. Soalnya kalau Awan dan Pipin garuk-garuk, bulunya suka berterbangan.
3. Nyeri sendi dan otot
Udara dingin dapat memperburuk arthritis dan kekakuan sendi pada hewan peliharaan usianya sudah gak muda lagi atau sudah berumur. Arthritis membuat mereka menjadi lebih sulit bergerak dengan nyaman.
Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Trauma Psikologis Ala Desi's Corner
4. Syok suhu
Berpindah dari lingkungan luar yang panas ke ruang dalam yang sangat dingin dapat memberikan stres pada tubuh hewan peliharaan, yang mengakibatkan kelelahan atau ketidaknyamanan.
5. Dehidrasi
Udara kering dapat menyebabkan kehilangan air yang lebih banyak, jadi pastika hewan peliharaan kita harus cukup minum agar tetap terhidrasi.
Aku terbilang sering mengganti air minum Awan dan Pipin. Mungkin bisa 3-4 kali bahkan lebih dalam sehari. Lagi hawa panas kayak gini, mereka lebih senang kalau air minumnya dingin dan segar. Jadi mereka semangat minum.
Sebagai pemilik hewan peliharaan, agar para majikan tetap nyaman di dalam rumah dengan suhu yang sudah memasuki musim kemarau. Menjaga dan mempertahankan suhu agar tetap stabil adalah keharusan agar mereka tetap nyaman.



























