Sunday, August 30, 2026

5 Kesalahan Wanita yang Sering Dilakukan Dalam Pernikahan

August 30, 2026 0


Kesalahan yang sering dilakukan wanita dalam pernikahan

Mencoba mengingat kembali ke masa-masa pernikahan selama 22 tahun dengan almarhum suami. Apa sih yang harus dilakukan kita sebagai wanita agar jalinan pernikahan dengan pasangan awet sampai maut memisahkan lalu disatukan kembali di Jannah Nya. 


Pernikahan 

Pernikahan buatku adalah bagian terpanjang dalam menjalani hidup yang ditemani oleh satu orang lelaki. Berjanji setia dalam suka dan duka di hadapan penghulu. Pernikahan bukan hanya tentang cinta saat pacaran kalau gabut terus bubar. Pernikahan itu soal komitmen, kepercayaan, dan kesetiaan. Pernikahan adalah tentang membangun kehidupan bersama, menghadapi tantangan bersama, dan menciptakan kenangan indah bersama. 


Baca Juga: 4 Alasan Anak Pisah Rumah Dari Orang Tua Setelah Menikah Menurut Islam


Kesalahan yang Tidak Disadari Oleh Wanita Dalam Pernikahan 

Seperti kalimat klise yang sering ditemukan bahwa manusia tak pernah luput dari salah. Pun demikian dengan pernikahan. Kalau nggak laki-lakinya, ya wanitanya yang bikin salah. Atau bisa jadi keduanya jika tidak ada yang mau mengalah. 


Selisih paham selalu ada, entah itu dalam mengelola rumah tangga, mengurus anak, keuangan, masalah keluarga pihak masing-masing pasangan, dan lainnya.


Evaluasi diri adalah salah satu usaha agar kita sebagai wanita bisa tetap bahagia selama menjalani pernikahan. Menikah adalah seni “mengalah” bukan untuk menang atas nama diri. Tapi atas nama cinta untuk keutuhan rumah tangga, keluarga, dan anak. 


Yuk kita bahas apa saja dan mengapa wanita tidak sadar akan kesalahan yang dibuatnya sehingga menjadi sumber ketidakbahagiaan dalam pernikahan. 


Baca Juga: Mau Pernikahan Awet? Lakukan 3 Aturan Tak Tertulis Ini

5 Kesalahan Wanita yang Sering Dilakukan Dalam Pernikahan: 

1. Mengabaikan diri sendiri 

Salah satu kesalahan yang dilakukan oleh beberapa wanita adalah memprioritaskan peran mereka sebagai istri dan ibu di atas kesejahteraan mereka sendiri. 


Keluarga memang sangat penting, namun penting juga untuk peduli pada diri sendiri. Mengabaikan passion, hobi, atau perawatan diri dapat menyebabkan kelelahan dan mengurangi kepuasan dalam pernikahan. 


Sangat penting untuk memupuk pertumbuhan diri dan menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan keluarga.


Setuju sih sama poin pertama ini. Jujur, aku mulai menekuni passion dan hobi setelah meninggalkan ranah publik. 


Bersyukur almarhum suami mendukung segala ke-kepo-an istrinya. Mulai dari ikut les merajut, menjahit, decoupage, dan menulis yang paling lama ditekuni. Belum lagi ikut komunitas yang suka pergi kumpul pertemuan. Malahan dia yang nganterin. Ah love you full deh. 

Kesalahan wanita dalam pernikahan
Dua dari beberapa hobi yang kulakukan waktu almarhum suami masih ada (foto: koleksi pribadi)

Adanya aktivitas selain urusan rumah, bikin aku nggak “sumpek” dan jenuh. 


Tapi, aku juga mendukung dia kalau dia suka organisasi. Nah bentuk dukunganku ke dia, aku suka ikut kalau ada acara akbar. 


Baca Juga: Yuk, Omongin 5 Hal Penting Ini Dengan Pasangan Sebelum Menikah


2. Mengasumsikan pasangan dapat membaca pikiran

Mengasumsikan bahwa pasangan harus secara intuitif memahami perasaan, kebutuhan, atau keinginan tanpa komunikasi dapat menyebabkan kesalahpahaman. 


Wanita terkadang berharap pasangannya dapat membaca apa yang tersirat, yang akhirnya malah berakhir menjadi ketegangan yang tidak perlu. 


Komunikasi yang terbuka dan jujur adalah kunci untuk agar terhindar dari kesalahpahaman dalam hubungan pernikahan.


Ini nih, aku termasuk suka ngelakuin sikap begini. Kadang suami suka bingung. Aku tuh maunya apa, sih? Apalagi kalau aku udah jawab “terserah”. Ujung-ujungnya diem-dieman deh kita. 


Please kamu jangan kayak aku ya. Sampaikan aja dengan jelas apa yang kamu mau. Suami gak bisa dengerin suara batin kita kayak di sinetron. 


Baca Juga: 3 Hal Tentang Cinta Dalam Pernikahan yang Diajarkan Nabi Muhammad S.A.W.


3. Mengabaikan pentingnya keintiman

Keintiman bukan hanya sekedar kedekatan fisik; hubungan emosional termasuk dalam keintiman.


Beberapa wanita mungkin membuat kesalahan dengan mengabaikan pentingnya keintiman dalam pernikahan mereka. 


Komunikasi dua arah, melakukan sesuatu bersama, dan mengekspresikan emosi akan membuat hubungan kamu dan pasangan menjadi lebih terikat. 


Jadi, jangan mengabaikan pentingnya keintiman, ya, karena jika kamu melakukannya, akan menyebabkan jarak emosional antara kamu dan pasangan.


Baca Juga: Please, Jangan Jadikan 6 Alasan Ini Untuk Menikah Dengan Pasangan


4. Mengharapkan keinginan yang tidak realistis

Mengharapkan pasangan untuk memenuhi semua kebutuhan emosional, sosial, dan finansial adalah hal yang tidak realistis dan akan membebani pasangan. 


Tidak ada manusia yang sempurna. Jadi jangan mengharapkan pasangan menjadi  satu-satunya sumber kebahagiaan dan kepuasan, karena jika tidak terpenuhi, kamu akan kecewa. 


Sebaliknya, alih-alih menuntut pasangan seperti yang kamu inginkan. Lebih baik berilah pasangan dukungan atau semangat karena secara tidak langsung, tali pernikahan akan semakin kuat. Ingat, semua orang memiliki keterbatasan.

Wanita tidak sadar melakukan kesalahan dalam pernikahan

Bersyukurlah dan ucapkan terima kasih pada pasangan apapun yang dia beri. Meski pemberian itu jauh dari harapan kamu. Percayalah, dia telah melakukan yang terbaik dengan tujuan ingin membuat kamu bahagia. 


Baca Juga: Nasi Goreng Strawberry Kecap Manis ABC, Buat #SuamiIstriMasak yang Nggak Pake Lama


5. Menghindari konflik alih-alih menyelesaikannya

Konflik tidak dapat dihindari dalam hubungan apapun, tetapi menghindari masalah dan tidak menyelesaikannya akan menimbulkan kerugian.


Beberapa wanita mungkin menghindari konfrontasi untuk menjaga keharmonisan, tetapi masalah yang tidak terselesaikan dapat membusuk dan berdampak negatif pada hubungan pernikahan. 


Kalau almarhum mamah bilang, jangan masuk kamar kalau belum akur, agar nanti tidurnya nyenyak dan tanpa beban. Dan jangan pergi dari rumah dalam keadaan marah. Selesaikan masalah terlebih dahulu sebelum keluar rumah.

 

Itulah beberapa kesalahan yang sering dilakukan wanita dalam menjalani pernikahan. Dan sebaiknya sih mulai sekarang coba deh dihindari untuk tidak melakukannya.


Pernikahan itu memang komplek tapi bukan berarti takut untuk menikah. Menikahlah jika memang sudah waktunya. Waktu yang tepat tergantung dari masing-masing pasangan. 


Tapi yang jelas harus cukup umur sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, yaitu batas minimal usia perkawinan yang tadinya 16 tahun berubah menjadi 19 tahun baik itu untuk laki-laki dan perempuan. 


Sedang menurut BKKBN usia ideal menikah adalah 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki agar matang secara fisik, mental, dan ekonomi. 


Friday, August 21, 2026

4 Cara Kucing Memengaruhi Mental Pemiliknya Para Cat Lovers

August 21, 2026 0


Kucing dan kesehatan mental
Pipin di dalam karton box favoritnya (foto: koleksi pribadi)


Memang bisa kucing memengaruhi mental kita sebagai manusia? Jawabnya bisa. Kucing memang bisa se-pengaruh itu ke mental kita sebagai Cat Lovers


Kalau kamu Cat Lover, selamat ya karena kita sebagai pawrents bisa merasakan manfaat psikologis dari memiliki mereka. 


Rasa tenang dan rileks setelah menghabiskan waktu bersama kucing, dari sinilah kita tahu secara langsung bagaimana anak-anak bulu dapat memengaruhi suasana hati kita.


Tahu kan kalau tingkahnya kucing itu lucu banget. Padahal posenya kalau di foto begitu-begitu aja. Tapi cuma lihat mereka duduk, menggesek tubuhnya ke kaki kita atau naik ke pangkuan lalu duduk melingkar. Kita bakal tersenyum meski sedang lelah. Ternyata menurut penelitian menunjukkan bahwa keberadaan kucing memang dapat meningkatkan kualitas hidup kita.


Awan tuh paling manja dibanding Pipin. Kalau selesai sholat lalu salam. Dia langsung menjatuhkan diri di pangkuanku. Otomatis tanganku pun mengelus-elus kepala, leher, lalu turun ke tubuhnya yang berbulu lebat. 


Dan faktanya, ternyata kucing dikenal memiliki beberapa manfaat psikologis dan sosial bagi manusia. Kucing memiliki semua cara positif bagaimana cara memengaruhi kesehatan mental kita. Mood booster banget, kan?


Baca Juga: Kamu Cat Lovers? Ini 4 Manfaat Berbicara dengan Kucing yang Bakal Didapat


Kucing dan Kesehatan Mental

Di Amerika, kucing dimasukkan ke dalam berbagai bentuk program terapi dan kegiatan kesejahteraan untuk manusia. Kucing yang sudah dilatih dan disertifikasi ditugaskan untuk memberikan kenyamanan emosional serta dukungan mental kepada manusia di rumah sakit, panti jompo, sekolah, hingga bandara.


Seperti yang ada di akun Tik Tok Cashie, Almond & Pistachio. Almond si kucing orange didatangkan ke nursing home di mana para lansia seperti yang mengidap demensia, kanker, dan lainnya mengelus-elus Almond. 


Terapi hewan peliharaan ini menghubungkan orang-orang yang menghadapi masalah kesehatan atau gangguan mental dengan hewan terlatih (didampingi pemiliknya pastinya ya). 


Tujuan interaksi antara kucing dan pasien adalah untuk membantu mengatasi tantangan tertentu, sebagai bagian dari proses perawatan formal mereka.


Lain lagi dengan Emotional Support Animal (ESA), yaitu kucing peliharaan yang ada di rumah seperti Pipin dan Awan. Mereka berdua  juga bisa memberikan dukungan mental bagi aku, pemiliknya. 


Cat Lover dan Kucing yang menjaga kesehatan mental

Pipin dan Awan bisa menjadi peredam dan menghibur aku yang tinggal sendiri dari kecemasan, depresi, atau stres. 


Udah coba browsing barangkali di Indonesia ada penerapan terapi menggunakan hewan khususnya kucing. Tapi nggak ketemu. 


Padahal hewan penurut dan terlatih misal kucing. Lalu didampingi seorang profesional psikiatri, pasien yang punya kesehatan mental akan mendapatkan manfaat dari keberadaan hewan tersebut.


Baca Juga: Cat Lover Wajib Tahu 5 Masalah Kesehatan Kucing Karena AC


Bagaimana Kucing Memengaruhi Pikiran dan Tubuh Kita

Untuk melihat hubungan antara kucing dan kesehatan mental, penting untuk melihat bagaimana pikiran dan tubuh kita bereaksi terhadap hewan peliharaan.


Berinteraksi dengan kucing memicu pelepasan hormon pada manusia seperti serotonin, dopamin, dan oksitosin. Hal yang seperti ini sering dikaitkan dengan perasaan baik dan positif. 


Peran oksitosin ini untuk mengurangi stres yang kita alami serta efek fisiologisnya seperti penurunan detak jantung dan pernapasan yang melambat.


Selain itu, kortisol, yang kadang-kadang disebut sebagai hormon stres, menurun ketika orang menghabiskan waktu dengan kucing.  


Kortisol, dibarengi dengan tekanan darah tinggi, dapat menyebabkan kolesterol tinggi dan hipertensi.


Keren kan para cat lovers. Ketika lagi membelai kucing, tiga hormon diatas tadi langsung teratasi. Judulnya bye bye stres dan selamat datang mental yang sehat. 


Jadi sekarang cuek aja kalau ada yang lihat kita ngobrol sama kucing di teras. Nggak tahu aja, kalau kita ini sebenarnya sedang menjaga kewarasan dari beratnya menjalani kehidupan. 


Hmm jadi kepikiran, kira-kira kalau mental sehat dan stres menjauh, jadi awet muda juga nggak ya?


Baca Juga: Simak 6 Manfaat Memelihara Kucing yang Harus Sahabat Tahu


Aku sih yakin kalau Cat Lovers itu bahagia, karena memang kucing punya cara sendiri dalam memengaruhi mental para pemiliknya.  Seperti: 

Manfaat Psikologis dan Sosial

Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kucing dan emosi manusia. Keuntungan memiliki teman kucing dapat dimulai sejak masa kanak-kanak dan bertahan hingga usia tua. 


Memang, di semua usia, manfaat emosionalnya sama saja. Menurut penelitian semakin kuat ikatan yang dimiliki anak-anak dengan kucing mereka, semakin mereka merasa diperhatikan, dipedulikan, dan mengurangi rasa sedih. Sama halnya dengan temuan pada orang dewasa dan lansia. Aku nih masuk, soalnya dah menjelang lansia juga kan. 

Berikut empat cara kucing memengaruhi mental manusia:

1. Persahabatan

Memiliki kucing sebagai teman memberi kamu kesempatan untuk menjalin ikatan dan membangun hubungan dengan makhluk lain. Seperti aku yang tinggal sendiri dan kadang suka mengalami kecemasan karena kesendirian ini. 


2. Peduli dalam merawat kucing 

Peduli dalam merawat kucing adalah sebuah ungkapan umum dari rasa cinta dan kasih sayang. Rasa peduli ini penting bagi manusia. 


Studi menunjukkan bahwa ketika orang tidak lagi mampu peduli merawat atau membesarkan orang lain, misal anak yang sudah punya kehidupan sendiri. Maka tingkat depresi meningkat dan kesehatan secara keseluruhan menurun. 


Nah, kehadiran kita ketika memelihara kucing menjadikan sarana bagi kebutuhan diri karena masih dapat orang merawat makhluk lain.


Baca Juga: Selembar Surat Untuk Sahabat Sejati


3. Mengurangi kecemasan 

Memelihara kucing selain memberikan keuntungan seperti suasana hati yang lebih baik, kucing juga dapat meningkatkan ketenangan dan mengurangi perasaan terasing.


Kucing menjadi sumber kesehatan mental manusia

4. Meningkatkan rasa sosialisasi 

Bagi beberapa orang, bersosialisasi bisa menjadi pengalaman yang menegangkan, yang menyebabkan naiknya tekanan darah dan detak jantung.


Biasa lah kalau ketemu orang baru kan, suka ada nge-judge gitu. Jadi wajarlah kalau deg-degan pas dinilai oleh mereka pada awal pertemuan. 


Tapi dengan adanya kucing, orang bisa berbicara dengan bebas, tanpa takut apa yang orang lain pikirkan. Alias semua uneg-uneg kamu keluar tanpa perlu ada yang tersinggung. 


Baca Juga: Bisa Nggak sih, Kita Memilih Tetangga? Masa Tetangga Gitu


Apakah Mengelus Kucing Dapat Mengurangi Stres?

Ya, membelai kucing dapat mengurangi stres. Dalam sebuah studi, mahasiswa yang menghabiskan waktu hanya 10 menit per hari untuk membelai kucing mengalami penurunan kadar kortisol, hormon yang terkait dengan stres.


Bagi orang-orang, mengelus kucing adalah cara untuk mengekspresikan kasih sayang, yang membantu memenuhi kebutuhan mereka untuk merawat. 


Tergantung pada kepribadian hewan peliharaan kamu sih sebenarnya. Kayak Pipin kucing indoor ku, mau disayanginya pas dia minta makan. 


Tapi tetap sih, tingkah lakunya itu selalu menyenangkan karena Pipin teman tidur sekamar dibanding Awan yang suka tidur di ruang tamu.   


Baca Juga: Begini 5 Cara Melatih Kesabaran Di Tempat Kerja


Bisakah Kucing Mendeteksi Kesedihan pada Manusia?

Menurut penelitian, kucing dapat merasakan kesedihan serta emosi lainnya seperti kemarahan pada manusia. Mereka juga dapat mendeteksi emosi pada kucing lain.


Berkat penelitian – dan pengalaman pribadi pemilik hewan peliharaan – kita tahu ada banyak manfaat psikologis dari memiliki kucing. Jadi bukan sekedar memelihara saja ya. Banyak yang sudah diberi oleh kucing-kucing peliharaan kita. 


Kayaknya sebanding lah, sama kita kasih makan ke mereka. Ya nggak sih? 


Sumber: Daily Paws.com, Purina.com






Tuesday, July 28, 2026

4 Alasan Anak Pisah Rumah Dari Orang Tua Setelah Menikah Menurut Islam

July 28, 2026 0

Setelah menikah pisah rumah

Sahabat Desi’s Corner, apakah kamu tim orang tua yang anaknya setelah menikah pisah rumah atau tim yang anaknya tinggal bersama orang tua?

Alhamdulillah, Alloh masih memberi kesehatan badan dan kemandirian finansial untuk aku menjadi tim orang tua setelah anak menikah pisah rumah.

Gak terasa hampir tiga tahun tinggal sendiri setelah kakak menikah November 2023 lalu. Banyak orang tua khususnya yang mempunyai anak perempuan, keberatan jika ditinggal anaknya pisah rumah. Apalagi jika orang tua perempuannya cuma ada “sebelah”.

“Kenapa gak tinggal bareng anaknya? Kan ibu tinggal sendiri.” Hampir rata-rata semua yang tahu kalau aku tinggal sendiri, mereka berkata seperti itu. Kayak menyayangkan kalau orang tua pra lansia ini tanpa teman di rumah. Terlebih aku mempunyai riwayat jantung dan pasang PPM (Permanent Pacemaker).

Mungkin di bayangan mereka dengan tinggal sendiri berarti kesepian. Tidak ada teman ngobrol, tidak ada yang pantau kesehatan, kebutuhan, dan pertolongan jika diperlukan.

Banyak ketakutan jika anak menikah lalu orang tua merasa diabaikan. Apalagi ini anak perempuan satu-satunya yang bisa diandalkan.

Baca Juga: Yuk, Omongin 5 Hal Penting Ini Dengan Pasangan Sebelum Menikah

Pisah Rumah Setelah Menikah dalam Pandangan Islam

Memang keputusan pisah rumah atau tinggal bersama orang tua setelah menikah adalah pilihan bagi anak dan orang tua. Tapi kalau melihat kisah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Beliau juga membiarkan putrinya Fatimah pisah rumah ketika menikah dengan Ali bin Abi Thalib.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam dan para sahabatnya juga menganjurkan untuk memberikan kebebasan kepada anaknya yang sudah menikah untuk memiliki tempat tinggal sendiri.

Seperti yang diriwayatkan dalam hadits Aisyah R.A beliau berkata :

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ، وَابْنُ، بَشَّارٍ قَالاَ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ، أَخْبَرَنَا إِسْرَائِيلُ، عَنْ مَيْسَرَةَ بْنِ حَبِيبٍ، عَنِ الْمِنْهَالِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ عَائِشَةَ بِنْتِ طَلْحَةَ، عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ، عَائِشَةَ رضى الله عنها أَنَّهَا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ أَحَدًا كَانَ أَشْبَهَ سَمْتًا وَهَدْيًا وَدَلاًّ - وَقَالَ الْحَسَنُ حَدِيثًا وَكَلاَمًا وَلَمْ يَذْكُرِ الْحَسَنُ السَّمْتَ وَالْهَدْىَ وَالدَّلَّ - بِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ مِنْ فَاطِمَةَ كَرَّمَ اللَّهُ وَجْهَهَا كَانَتْ إِذَا دَخَلَتْ عَلَيْهِ قَامَ إِلَيْهَا فَأَخَذَ بِيَدِهَا وَقَبَّلَهَا وَأَجْلَسَهَا فِي مَجْلِسِهِ وَكَانَ إِذَا دَخَلَ عَلَيْهَا قَامَتْ إِلَيْهِ فَأَخَذَتْ بِيَدِهِ فَقَبَّلَتْهُ وَأَجْلَسَتْهُ فِي مَجْلِسِهَا

Dari Aisyah, Ummul Mu'minin: Saya tidak pernah melihat seseorang yang lebih mirip dengan Rasulullah ﷺ dalam hal keseriusan, sikap tenang, dan sifat menyenangkan - menurut versi al-Hasan: dalam hal pembicaraan dan ucapan. Al-Hasan tidak menyebutkan keseriusan, sikap tenang, dan sifat menyenangkan - daripada Fatimah, semoga Allah memuliakan wajahnya. Ketika dia datang mengunjunginya (Nabi), beliau berdiri (menyambut)nya, mengambil tangannya, menciumnya, dan membuatnya duduk di tempat yang beliau duduki; dan ketika beliau mengunjunginya, dia berdiri (menyambut)nya, mengambil tangannya, menciumnya, dan membuatnya duduk di tempat yang dia duduki.
(HR. Abu Daud no. 5217, dishahihkan al-Albani dalam Shahih Abu Daud)


Dalam hadits diatas lah kita dapat menyimpulkan dengan jelas bahwa kediaman Fatimah setelah menikah dengan Ali bin Abi Thalib terpisah dari rumah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

Begitu pun dengan sahabat Rasul Abu Bakar yaitu Aisyah R.A. Setelah menikahi Aisyah, Rasul pun tidak tinggal satu rumah dengan sahabatnya itu. Meski status mereka adalah anak dan menantu.
 
Pun demikian, meski pisah rumah setelah berumah tangga, hubungan anak dan orang tua sekaligus sahabat tetap bisa berjalan dengan baik.

Rumah tinggal terpisah dari orang tua


Alasan Pisah Rumah Setelah Anak Menikah

Bukan tanpa alasan aku lebih memilih tinggal sendiri setelah kakak menikah dengan lelaki pilihannya. Tapi juga keputusan kakak dan suaminya. 

Sebelum menikah, kakak dan calon suaminya waktu itu, sudah mencari rumah kontrakan. Begitu selesai resepsi, mereka berdua langsung menempati rumah kontrakannya itu. Tanpa menginap satu malam pun di rumah orang tua masing-masing. Baik dari pihak perempuan maupun laki-laki.

Ini 4 alasan setelah menikah anak pisah rumah atau tidak tinggal bersama orang tua:

1. Belajar Mengurus Rumah

Setelah menikah, kakak jadi tahu bagaimana cara mengurus rumah. Mulai dari menyapu, mengepel, mengelap, mencuci, kebutuhan bulanan, harian, belajar memilih prioritas pekerjaan rumah tangga dan lainnya.

Biasa tinggal serumah dengan orang tua terima beres. Paling sesekali saja mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Dengan pisah tempat tinggal, anak akan belajar cara mengurus rumah.


2. Belajar Mengatur dan Mengelola Keuangan

Pengeluaran rumah tangga tinggal bareng orang tua dan sendiri, pastinya berbeda. Kalau tinggal bareng, anak masih bisa mengandalkan orang tua. Walaupun anak memberi uang bulanan sebagai biaya hidup bersama. Tetap saja selama tinggal bersama, orang tua akan menutupi kekurangan kebutuhan rumah tangganya.

Dengan tinggal pisah rumah setelah menikah. Anak akan mengelola keuangannya bersama suami. Entah itu menabung bersama untuk membeli atau menyewa rumah, mengatur belanja bulanan dan dapur, jajan atau entertainment, dan lainnya. Pastinya semua pengeluaran harus didiskusikan dan diputuskan bersama, agar terhindar dari peribahasa lebih besar pasak daripada tiang.

Alasan pisah rumah dari orang tua

3. Komunikasi Tanpa Penghalang

Tinggal berdua memungkinkan anak dan suaminya bisa berbicara bebas tanpa khawatir orang tua dapat mendengar apa yang sedang dibicarakan oleh mereka.

Komunikasi adalah kunci rumah tangga langgeng. Komunikasi sehat maka hubungan suami istri pun sehat.

Dengan tinggal terpisah dari orang tua, anak yang sudah menikah dapat berdiskusi tentang masa depan, rencana, dan mencari solusi dari setiap permasalahan rumah tangga yang timbul.

Baca Juga: Please, Jangan Jadikan 6 Alasan Ini Untuk Menikah Dengan Pasangan

4. Menghindari Ipar yang Bukan Mahram

Suami kakak tiga bersaudara dan semuanya laki-laki. Anak pertama sudah menikah tapi tidak tinggal bersama di rumah orang tuanya.

Kalau kakak tinggal bersama mertua, berarti kakak akan bertemu adik ipar laki-laki dari suaminya.

Uqbah bin 'Amir radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda,

إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ . قَالَ الْحَمْوُ الْمَوْتُ

Artinya: "Hati-hatilah kalian ketika menemui para wanita". Lalu seorang laki-laki Anshar berkata, "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda tentang saudara ipar?". Beliau menjawab, "Ipar adalah maut!" (HR. Bukhari no. 5232 dan Muslim no. 2172)

Nggak perlu dijelaskan lebih lanjut lah ya tentang ipar adalah maut ini. Apalagi ada filmnya. Bukan berburuk sangka, tapi alangkah lebih baik tidak tinggal bersama dengan yang bukan mahramnya. Entah itu perempuan atau pun laki-lakinya.

Baca Juga:   7 Cara Meluluhkan Hati Pria Ala Desi's Corner

Jika ditelusuri lebih jauh, mungkin masih ada beberapa alasan lain mengapa pisah rumah setelah menikah lebih baik dibanding tinggal bersama orang tua. Seperti cara mendidik anak, perbedaan selera dalam masakan, orang tua yang menceramahi anaknya (kadang orang tua suka lupa kalau anaknya sudah menikah. Jadi suka bablas deh ngomongnya). Atau alasan lain sesuai dengan kondisi masing-masing keluarga. 





Thursday, July 9, 2026

Kamu Cat Lovers? Ini 4 Manfaat Berbicara dengan Kucing yang Bakal Didapat

July 09, 2026 9

Berbicara dengan kucing

Siapa bilang berbicara sama kucing nggak ada manfaatnya. Sebagai Cat Lovers bisa ngobrol sama kucing itu ada kepuasan tersendiri meski lawan bicaranya itu cuma hewan.

Memang kucing nggak mengerti dan memahami apa yang kita ucapkan, tapi mereka suka perhatian tersebut. Mereka suka diajak ngobrol. Mereka suka kita beradu tatapan. Apalagi sambil dielus-elus kepalanya. Mereka benar-benar pendengar terbaik deh.

Aku setiap hari pasti berbicara dengan Awan, Pipin, dan kucing-kucing di teras. Ternyata kalau kita berbicara dengan mereka secara teratur, tidak hanya baik untuk hewan peliharaan kita saja, tetapi juga bisa bermanfaat bagi kita pemiliknya.

Baca Juga: Cat Lover Wajib Tahu 5 Masalah Kesehatan Kucing Karena AC

4 manfaat berbicara atau ngobrol dengan kucing kalau kamu Cat Lover:


1. Berbicara dengan kucing atau hewan peliharaan lainnya akan membantu memperkuat ikatan kita dengannya

Ketika kita menghabiskan waktu berbicara dengan kucing, kita membuat mereka merasa dihargai, dan ini sangat penting untuk membangun ikatan yang kuat antara hewan peliharaan dan pemilik.

Bagi anabul, kita adalah seluruh dunia mereka. Kita adalah sumber kebahagiaan mereka. Berbicara topik random dengan mereka alias asbun (asal bunyi) yang bahkan mereka tidak mengerti — dapat membuat kucing-kucing kita merasa istimewa dan dicintai.

Berhubung di rumah tinggal sendiri. Entah itu sedih, kesal, marah, senang, bahagia. Aku suka berbagi rasa dengan mereka. Pernah waktu sakit, aku bilang gak enak badan. Banyak rebahannya. Eeh, Pipin sama Awan ikut rebahan juga di kamar. Mereka berdua duduk membentuk loaf gitu. Aah, lucu.

Baca Juga: Simak 6 Manfaat Memelihara Kucing yang Harus Sahabat Tahu

2. Berbicara dengan kucing baik untuk kita

Penelitian menunjukkan bahwa berinteraksi dan berbicara dengan hewan peliharaan termasuk kucing dapat mengurangi tingkat stres pada manusia.

Even spending just 10 minutes interacting with a cat can reduce heart rate and blood pressure. This positive effect increases if you’ve owned your cat for more than 2 years.
-healthline-

Melampiaskan masalah pekerjaan kita kepada kucing, bisa menjadi cara yang baik untuk melepaskan perasaan frustasi kita, tanpa takut dihakimi atau harus mendengarkan nasihat yang tidak diinginkan.

Kucing adalah pendengar terbaik buatku. Kadang kita tuh cuma pengen didengar, ngeluarin uneg-uneg. Gak perlu komentar. Dan itu buat aku lega. Rasanya dada tuh plong.

Baca Juga: Ngomong Sendiri? Ini 5 Manfaat Self-Talk Bikin Mental Sehat

3. Berbicara dengan kucing juga dapat mengatasi kesepian

Berbicara dengan Awan dan Pipin
Awan dan Pipin adik kakak berusia 3 tahun 

Kucing emang nggak bisa ngomong, tapi mereka selalu senang mendengarkan kita berbicara ngalor ngidul seakan mereka teman diskusi yang asyik. Pokoknya Awan dan Pipin itu kayak yang ngerti bahasa kita manusia.

Kalau lagi berbicara dengan Awan atau Pipin. Aku tuh beradu tatapan sama mereka. Mata mereka tuh ekspresif banget. Seakan tahu kalau kita lagi senang, suka, duka, atau kesal. Tapi gak dipungkiri meski sebenarnya dari nada suara kitalah, mereka dapat merasakan suasana hati kita.

Penelitian menunjukkan bahwa kucing memperhatikan isyarat emosional dalam cara kita berbicara dan cenderung merespons lebih positif terhadap nada bahagia dan ceria dibanding dengan nada marah atau kasar.

Kalau soal kesepian, malah ada studi yang menunjukkan bahwa kesepian sebenarnya bisa berbahaya bagi kesehatan kita - terutama bagi mereka yang berusia lanjut (pra lansia), seperti aku.

Jadi buat kamu yang belum curhat sama hewan peliharaan. Coba deh mulai berbicara dengan mereka. Entah itu anjing, kucing, kelinci, burung, ikan, dan hewan peliharaan lainnya. Dijamin hati jadi ramai, damai, kawai (bahasa Jepang artinya lucu).

Baca Juga: Sendiri Bukan Berarti Kesepian Simak 4 Perbedaannya Berikut Ini

4. Berbicara dengan kucing bisa menjadi pengalaman belajar bagi mereka

Kucing, di sisi lain, biasanya hanya belajar sekitar 20 hingga 40 kata, tetapi ini bukan halangan untuk berbicara dengan kucingmu agar dia bisa memaksimalkan kosakatanya.

Jadi, berbicara dengan kucing secara tidak langsung juga mengajarkan mereka trik dan perintah baru. Bukan cuma untuk memperkuat hubungan antara hewan peliharaan dan pemiliknya saja. Tetapi juga cara yang bagus untuk menjaga kucing tetap terstimulasi secara mental dan tajam.

Alhamdulillah, Pipin dan Awan sudah mengerti nama mereka. Kalau dipanggil mereka datang atau menoleh. Kata “bobo dan makan” juga mengerti. Semoga aja bisa sampai 40 kosa kata. Aamiiin.

Baca Juga: Bob Si Kucing Jalanan, Mengubah Hidup Seorang Pecandu Narkoba

Bagaimana cara terbaik untuk berbicara dengan kucing?

Kucing sangat peka terhadap perasaan orang tua yang memelihara mereka, termasuk perubahan halus dalam nada suara mereka.

Jadi cara kita berbicara ke kucing kita itu penting, karena beberapa suara atau intonasi bisa menakutkan dan bahkan menjadi traumatis bagi mereka.

Namanya juga pawrents ya, mengurus anabul yang kayak bocil dimana tingkat kecerdasan kucing dewasa tuh setara dengan balita manusia berusia 2 hingga 3 tahun. Wajar dong kalau mereka nakal kita agak emosi gitu.

Kalau aku marah-marah pasti kan suaranya tinggi meski gak sampai delapan oktaf. Awan dan Pipin itu kabur, lari terbirit-birit. Mereka bersembunyi di kolong meja, kursi, lemari pakaian, kolong tempat tidur, demi menghindari aku yang emosi sambil mengoceh.

Coba deh, kalau berbicara dengan kucing itu menggunakan suara manis, baby talk (gaya bicara, intonasi yang ekspresif, dengan kosakata sederhana). Ya, kayak kita lagi ngomong ke bayi gitu deh.

Kucing yang merespon akan menunjukkan kenyamanannya berada didekat kita. Dia akan puring atau mendengkur halus.

Bagaimana, bisa dong sekarang mulai dibiasakan berbicara atau ngobrol dengan kucing? Kan sama-sama diuntungkan. Mental babu sehat, mental majikannya pun bahagia.



Monday, June 22, 2026

Cat Lover Wajib Tahu 5 Masalah Kesehatan Kucing Karena AC

June 22, 2026 9


AC dan kucing

Nggak cuma kita manusia yang butuh AC kalau lagi cuaca panas. Kucing juga sama, mereka suka kalau ruangan yang didiami adem. 


Seperti Pipin dan Awan, kucing-kucing kesayangan yang tinggal bareng sama aku. Mereka berdua tuh, ngerti kalau tidur malam mesti masuk kamar. Terlebih sekarang hawanya tuh lagi panas banget. Malam hari aja sekitar pukul 19.00 WIB-an, liat di layar gawai, suhunya 31 derajat celsius. 


Jadi Pipin dan Awan kalau lihat aku nyalain AC. Nggak lama mereka berdua minta masuk ke kamar. Padahal aku baru mau sikat gigi.

Pendingin udara adalah penyelamat di cuaca panas. Wah kudu bilang terima kasih nih ke penemu AC Bapak John Gorrie dan Willis Haviland Carrier. Jasa Mereka bikin kita semua bisa tidur malam jadi nyenyak.
 
Balik lagi ke soal kucing, pernahkah terpikir kalau pendingin udara atau AC juga dapat membuat mereka sakit selain tentunya menangkal hawa panas?

Baca Juga: Bob Si Kucing Jalanan, Mengubah Hidup Seorang Pecandu Narkoba


Sama seperti manusia, hewan peliharaan (kucing) juga bisa sensitif terhadap perubahan suhu, dan paparan udara dingin yang berkepanjangan bisa mempengaruhi kesehatan mereka. 


Meskipun sebagian besar hewan peliharaan menikmati lingkungan yang sejuk, penggunaan AC berlebihan dapat menyebabkan masalah seperti kulit kering, iritasi pernapasan, dan bahkan nyeri sendi pada hewan yang lebih tua.


Beberapa ras bahkan lebih rentan dibanding yang lain, terutama yang memiliki bulu pendek atau ukuran tubuh kecil. Kuncinya adalah menemukan keseimbangan − menjaga rumah tetap sejuk tanpa membuat teman berbulu merasa tidak nyaman.


Baca Juga: Simak 6 Manfaat Memelihara Kucing yang Harus Sahabat Tahu


Bagaimana AC Mempengaruhi Hewan Peliharaan?

Pendingin udara menjaga tubuh kita tetap dingin dan nyaman, tetapi juga dapat mempengaruhi tubuh hewan peliharaan dalam hal ini adalah kucing. 


Tidak seperti manusia, hewan peliharaan tidak bisa mengatur termostat atau mengambil selimut ketika mereka kedinginan. Beberapa ras, terutama anjing berbulu pendek, kucing, dan hewan kecil seperti kelinci atau marmut, lebih rentan terhadap efek pendingin udara.


Udara dingin dapat menyebabkan kulit hewan peliharaan kering serta menyebabkan rasa gatal dan iritasi. Juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan pernapasan, terutama bagi hewan peliharaan yang memang sudah memiliki asma atau alergi.


Hewan peliharaan senior (seperti kucing yang berusia di atas 10 tahun) dan mereka yang menderita artritis mungkin akan mengalami nyeri sendi jika berada di lingkungan yang dingin.


Baca Juga: Ngomong Sendiri? Ini 5 Manfaat Self-Talk Bikin Mental Sehat


Selain itu, perubahan suhu yang tiba-tiba − seperti berpindah dari luar rumah yang panas ke ruangan yang sangat dingin − dapat memberikan stres pada tubuh mereka.


Tapi tenang, ada kabar baiknya yaitu kita dapat menjaga kenyamanan kucing dengan mempertahankan suhu dalam ruangan dan memastikan tingkat kelembaban yang tepat, dan menyediakan tempat yang hangat dan nyaman untuk mereka beristirahat. 


Beruntung Awan dan Pipin kucing indoor seratus persen. Jadi mereka berdua nggak mengalami perubahan suhu yang signifikan dari luar masuk ke dalam rumah. 


Baca Juga: Ada Apa dengan Tanaman Janda Bolong? Simak 5 Fakta Tentang Tanaman Ini


Masalah Kesehatan Umum pada Kucing Akibat AC

Kesehatan kucing

Pendingin udara memang dapat menjaga rumah tetap sejuk, tapi di sisi lain juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan masalah kesehatan pada kucing dan hewan peliharaan lainnya. 


Beberapa hewan bahkan lebih sensitif terhadap udara dingin, terutama untuk hewan ras kecil seperti anjing chihuahua, kucing Devon Rex, hewan berbulu pendek seperti ras BSH (British Short Hair), dan hewan senior.


Berikut adalah beberapa masalah kesehatan umum yang mungkin dialami hewan peliharaan termasuk kucing akibat pendingin udara (AC): 


1. Masalah pernapasan 

Udara dingin dan kering dapat mengiritasi saluran pernapasan hewan peliharaan, menyebabkan batuk, bersin, atau kesulitan bernapas, terutama pada hewan peliharaan yang menderita asma atau alergi.


Sebenarnya Pipin sudah punya gejala bengek alias napasnya "ngik-ngik gitu" tapi gak sering. Biasanya aku suka puk-puk dada di kiri dan kanannya, gantian gitu. Tapi ngik-ngiknya Pipin nggak di kamar ber-AC aja. Di ruangan lain tanpa AC seperti kamar belakang, ruang tamu, tengah/dapur dia suka batuk sedikit ngik-ngik. 

Harus periksa ke dokter sih ini mah.


Baca Juga: Sendiri Bukan Berarti Kesepian. Simak 4 Perbedaannya Berikut Ini

2. Kulit kering dan gatal 

AC menghilangkan kelembapan udara, otomatis kulit hewan peliharaan bisa jadi kering. Kulit yang kering dapat pada kucing dan hewan peliharaan lainnya dapat menyebabkan gatal, mengelupas, atau bulu rontok yang berlebihan.


Aku sih kepikiran untuk pasang humidifier di kamar biar kelembapannya terjaga. Tapi harus cari tahu dulu, aman gak buat Awan dan Pipin. 

Kalau sekarang, aku suka nyalain air purifier pas mau tidur. Soalnya kalau Awan dan Pipin garuk-garuk, bulunya suka berterbangan. 

3. Nyeri sendi dan otot 

Udara dingin dapat memperburuk arthritis dan kekakuan sendi pada hewan peliharaan usianya sudah gak muda lagi atau sudah berumur. Arthritis membuat mereka menjadi lebih sulit bergerak dengan nyaman.


Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Trauma Psikologis Ala Desi's Corner

4. Syok suhu 

Berpindah dari lingkungan luar yang panas ke ruang dalam yang sangat dingin dapat memberikan stres pada tubuh hewan peliharaan, yang mengakibatkan kelelahan atau ketidaknyamanan.

5. Dehidrasi

Udara kering dapat menyebabkan kehilangan air yang lebih banyak, jadi pastika hewan peliharaan kita harus cukup minum agar tetap terhidrasi.

Aku terbilang sering mengganti air minum Awan dan Pipin. Mungkin bisa 3-4 kali bahkan lebih dalam sehari. Lagi hawa panas kayak gini, mereka lebih senang kalau air minumnya dingin dan segar. Jadi mereka semangat minum. 


Sebagai pemilik hewan peliharaan, agar para majikan tetap nyaman di dalam rumah dengan suhu yang sudah memasuki musim kemarau. Menjaga dan mempertahankan suhu agar tetap stabil adalah keharusan agar mereka tetap nyaman.  




Wednesday, March 4, 2026

Resep Simple Steam Daging Tempe Bunga Bawang Pas Buat Sahur

March 04, 2026 0


Bikin steam daging tempe bunga bawang ini 4 hari mau puasa Ramadan kemarin. Mencoba mengolah tempe tanpa perlu di orek, ditumis, di bacem, goreng tepung, atau yang perlu pake minyak gitu. 


Namanya juga coba-coba. Belum tahu hasil akhirnya gimana. Tapi selama itu masakan, kalau ada kurang rasa masih bisa dibenerin dibanding bikin kue lebaran yang harus akurat takarannya biar berhasil. Tapi se-pengalamanku, biar udah ikuti resep, keberhasilannya jarang terjadi, tuh. 


Prinsip aku kalau soal makanan itu, cuma ada dua, yaitu enak dan enak banget. Secara aku pemakan segala. Untuk masak sendiri dan untuk dimakan sendiri juga. Jadi aman dari kritik orang lain. 


Jadi asal usul resep steam tempe daging bunga bawang ini karena aku mau menghangatkan nasi masak kemarin sore di dandang. Kalau cuma nasi doang, kan sayang gas yak. Dipikir sekalian aja masak lauk tapi di steam. Ya, satu dayung dua tiga pulau terlampaui dah. 


Pas banget ada stok tempe, bunga bawang waktu beli dua hari lalu, dan sisa daging rebus di kulkas. Dagingnya tuh nanggung banget kalau mau dibuat sayur sop lagi. Makanya mau dicampur sama tempe. 


Baca Juga: Resep Terong Lada Hitam, Masak Gampang Anti Ribet, Sat Set Langsung Hap


Bunga Bawang atau Bunga Bawang Merah

Suka lihat sih tukang sayur yang lewat depan rumah bawa sayuran ini. Tapi gak tahu namanya dan bisa diolah menjadi masakan apa gitu. 


“Ini apaan Riko,” tanyaku dengan tangan memegang seikat sayuran yang ujung batangnya ada kuncup bunga berwarna putih.

“Kembang bawang itu,” jawabnya.

“Dimasak buat apaan ini?” aku bertanya sambil memegang kembang bawang lalu dibolak-balik seperti memeriksa barang baru yang aneh karena pertama kalinya melihat bentuk sayuran seperti itu.

“Buat campuran itu Bude. Tumis juga bisa dicampur kembang bawang,” Riko menjawab sambil memisahkan pesanan belanjaan. 


Ya udah, akhirnya aku ambil bunga bawang itu. Kepengin tahu seperti apa rasanya setelah dimasak nanti. 


Ternyata bunga bawang itu dikenal dengan bunga bawang merah yang khasiatnya lumayan banyak. 


Cari tahu dong manfaat bunga bawang, eh yang jawab AI. Katanya bunga bawang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menurunkan kolesterol, menjaga kesehatan pencernaan dan tulang, serta mencegah beberapa jenis kanker berkat kandungan antioksidan, serat, vitamin, dan senyawa alisin di dalamnya. Manfaat lainnya termasuk melawan infeksi, mengurangi lendir saat flu, dan mendukung kesehatan mata, serta dapat diolah menjadi berbagai hidangan lezat.  


Harga gak sampai lima ribu, tapi manfaatnya bejibun. Untung banyak ini mah. Ya, nggak?


Baca Juga: Resep Capcay Ala Desi Dari Bahan Sayur Sop


Resep Simple Steam Tempe Daging Bunga Bawang

Sebelum memasak, aku menyiapkan dandang yang sudah diisi air lalu ku taruh di atas kompor. Nasi sisa yang ku masak kemarin sore juga sudah dipindahkan ke dalam rantang. Tidak lupa di atas nasi ku susun 5 buah minipao buat camilan.  


Oh iya, aku juga punya tahu. Sebelum diolah biasa tahu dikukus terlebih dahulu. Biar apa dikukus? Biar tahunya nggak bau langu dan untuk menghilangkan zat-zat kimia dalam tahu kalau ada. 


Seperti dikutip dari fimela.com, metode pengukusan memiliki kelebihan dibandingkan dengan perebusan, yaitu mampu mengurangi kadar air tanpa mengorbankan kandungan nutrisinya. Untuk mengukus tahu dengan benar, sebaiknya letakkan tahu di atas saringan kukusan dan kukus selama 30 menit.


Tahu yang dikukus yang disimpan dalam suhu ruang, dapat bertahan hingga 2-3 hari, sementara jika disimpan dalam kulkas bisa mencapai 5-7 hari. 


Nah, balik lagi ke bintang utama steam tempe daging bunga bawang dan cara membuatnya. 


Baca Juga: Nasi Goreng Strawberry Kecap Manis ABC, Buat #SuamiIstriMasak yang Nggak Pake Lama

Resep Steam Tempe Daging Bunga Bawang: 

Bahan yang dibutuhkan: 

- 1 buah Papan tempe

- 100 gr Daging sapi yang sudah empuk (kira-kira aja ya dagingnya. Sesuai selera dan kebutuhan)

- 1 ikat Bunga bawang

- 2 siung Bawang putih

- 4 siung Bawang merah ukuran sedang

- 3 buah Cabai rawit setan (sesuai selera)

- 1 buah Cabai merah besar

- 1 buah Cabai hijau besar 

- Secukupnya kaldu jamur

- Secukupnya kaldu sapi/ayam (saya pakai kaldu ayam karena stok kaldu sapinya habis)

- Air secukupnya, agar bumbu dapat tercampur dan lebih meresap ke dalam tempe)

- Boleh ditambahkan sedikit jahe dan daun salam (aku tidak pakai)


Cara membuat:

- Potong tempe sesuai selera. Tidak terlalu besar dan tebal. Agar bumbu bisa meresap maksimal ke dalamnya

- Potong dadu daging sapi 

- Potong bunga bawang kira-kira satu ruas jari sampai menyisakan ujung batang untuk dibuang

- Geprek bawang putih lalu dicincang

- Iris tipis bawang merah

- Cabai setan dibiarkan utuh atau boleh dipotong dua kalau ukurannya besar dan agak panjang

- Iris serong cabai merah dan hijau setelah dibuang bijinya

- Masukkan semua bahan kedalam rantang atau wadah tahan panas kecuali bunga bawang

- Aduk sampai bumbu merata dengan tempe dan daging

- Beri air lalu aduk kembali

- Taburi bunga bawang di atasnya

- Panaskan dandang lalu kukus tempe daging bunga bawang 30-35 menit dengan api sedang 

- Matikan api kompor dan siap dihidangkan

Nggak pakai garam ya Sahabat Desi’s Corner karena asin dan gurihnya udah dari kaldu jamur dan sapi/ayam. 


Baca Juga: Garang Asem Ayam Tanpa Daun Pisang dan Santan


Kesimpulan

Setelah masak ternyata boleh juga nih, steam cemplang cemplung tempe dagingnya. Cocok banget sama nasi hangat ditambah kerupuk. Rasa bunga bawangnya mirip kayak rasa daun bawang, ada kayak rasa bawang putih juga. Ya judulnya enak.  


Kayaknya sahabat wajib re-cook buat sahur atau buka puasa di bulan Ramadan ini, deh. Semoga suka ya dengan resep steam tempe daging bunga bawang ini. Moga cocok di lidah sahabat semua. 


Friday, January 31, 2025

Mau Pernikahan Awet? Lakukan 3 Aturan Tak Tertulis Ini

January 31, 2025 0

Rumah tangga langgeng dengan aturan tak tertulis ini

Tahu dong kalau pernikahan itu sebuah ikatan antara dua orang anak manusia yang mempunyai isi kepala berbeda tapi memutuskan untuk bersatu.

Menikah atau berumah tangga berbeda banget dengan masa pacaran. Kalau nggak suka dan nggak ada kecocokan lagi, tinggal pergi dengan cukup bilang “say goodbye”.

Menikah itu tanggung jawabnya besar, baik kepada pasangan maupun kepada Tuhan. Seharusnya lah sebagai pasangan yang sudah menikah, berkewajiban untuk membuat pernikahan itu “berhasil”.

Segala hal yang menyangkut pasangan suami dan istri. Keduanya harus bekerja sama dalam suka dan duka, juga sepenanggungan. Jangan sampai berat sebelah yang bakal menyebabkan ketimpangan roda pernikahan.

Baca juga: 3 Hal Tentang Cinta Dalam Pernikahan yang Diajarkan Nabi Muhammad S.A.W.

Huhu jadi inget almarhum suami yang ninggalin aku tahun 2021 lalu. Kalau almarhum masih ada, tanggal 12 Februari bulan depan adalah anniversary kami yang ke-26. Sudah lebih dari “perak”.

Aku dan suami saat itu sedang kompak-kompaknya berjuang menghadapi Covid-19. Kami berdua bekerja sama agar rumah tangga berjalan normal.

Maklum, hampir setahun nggak “ngantor” dan hanya mendapatkan separuh penghasilan saja setiap bulannya. Jadi, aku harus bisa mengatur pengeluaran agar tidak kekurangan.

Ya ada sih, waktu itu perbedaan pendapat sedikit karena masalah ekonomi ini. Tapi kami mendapatkan titik temu dari masalah itu dan kembali kompak.

Baca juga: Yuk, Omongin 5 Hal Penting Ini Dengan Pasangan Sebelum Menikah

Aturan Tidak Tertulis Dalam Pernikahan

Seperti norma tidak tertulis yang berlaku di masyarakat. Seperti etika, sopan santun, empati ketika kita hidup bersosialisasi.

Kehidupan pernikahan juga ada aturan tidak tertulisnya. Kalau aturan-aturan yang tidak tertulis ini dijalankan dalam kehidupan berumah tangga. Maka pernikahan langgeng pasti didapat.

Berikut adalah tiga aturan tak tertulis yang harus dipatuhi agar pernikahan berjalan mulus:

1. Jangan terlalu kritis terhadap orang tua pasangan (mertua)

Ngaku deh kalau kamu kadang ada rasa kesal akan sikap mertua. Tapi itu bukan berarti kamu melakukan pembenaran dengan menunjukkan kesalahan orang tua pasangan kamu akan tindakannya itu.

Ingat loh, kamu juga punya orang tua. Bayangkan bagaimana perasaan kamu jika ada orang yang menjelek-jelekkan orang tua kamu. Nah, sekarang terapkan prinsip yang sama pada pasangan kamu.

Baca juga: 5 Alasan Hubungan Kamu Dan Pasangan Tidak Bertahan Lama

Memang sikap yang kadang bikin kesal itu gak jarang buat hati kamu mangkel. Tapi semua itu bisa dibicarakan, kok. Jangan sampai rasa kesal akan sikap orang tua pasangan kamu buat kamu benci mereka.

Dalam pernikahan praktikan aturan tak tertulis agar roda rumah tangga tahan lama

Coba duduk berdua bareng pasangan. Pasti ada jalan keluar dari permasalahan mertua dan menantu ini. Bagaimanapun pasangan kamu adalah orang yang paling mengerti bagaimana cara menghadapi orang tuanya.

Kalau sudah dapat solusinya. Sampaikan atau komunikasikan dengan baik ke mertua kamu. Jangan salah loh, kata-kata itu memiliki kekuatan yang jika kamu keluarkan dengan cara positif. Maka permasalahan kamu dan mertua bisa terselesaikan dengan damai.

Kebalikannya, kalau kamu mengekspresikannya dengan cara yang negatif karena saking kesalnya barangkali. Bukannya menyelesaikan masalah, yang ada malah melebar adu mulutnya.

Baca juga: Please, Jangan Jadikan 6 Alasan Ini Untuk Menikah Dengan Pasangan

2. Tidak perlu semua hal dipertengkarkan

Namanya juga rumah tangga, adem ayem mah cuma ngehalu. Lama nggaknya sebuah pernikahan, bukan jaminan bebas dari pertengkaran atau selisih pendapat.

Kalau bisa mah, gak usahlah hal kecil dijadikan pemicu pertengkaran. Kalau kamu sering melakukannya, yang ada kamu bakalan dicap sebagai pribadi yang suka menciptakan konflik dalam pernikahan. Gak kasihan sama pasangan? Saling mengerti dan mengalah ajalah.

Coba bersikap bijak dan pilihlah masalah apa yang benar-benar bisa ditarik benang merahnya. Masalah seperti apakah itu? Yang jelas masalah itu adalah yang sangat penting bagi kamu dan harga diri kamu.

Entah itu soal karir, urusan rumah, anak, dan selebihnya kamu yang tahu jika menyangkut harga diri kamu.

Kalau kamu menghadapi masalah ini. Jangan lepas dari komunikasi dengan pasangan. Jangan di lama-lama, biar masalahnya cepat diatasi dan kelar.


3. Pahami gaya kelekatan pasangan

Menemukan gaya kelekatan masing-masing di awal pernikahan bisa mengubah hubungan kamu dengan pasangan.  Ada yang butuh waktu untuk merasa dekat dengan pasangan setelah menikah. Ada juga yang butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan yang tidak pernah dialami ketika masih pacaran. 

Nah, perbedaan-perbedaan yang kayak gini, kalau nggak dipahami bisa bikin kesalahpahaman dan rasa tidak aman pasangan. Lain hal kalau kamu memang sudah menyadari dan memahami kebutuhan satu sama lain. Maka perbedaan malahan akan menjadikan hubungan kamu dan pasangan menjadi lebih dekat. 

Ada aturan tak tertulis dalam rumah tangga

Setiap pasangan itu unik dan memiliki gaya penyelesaian konflik yang berbeda, namun yang perlu kamu pelajari adalah untuk saling menghargai kebutuhan satu sama lain.

Baca juga: 

Lakukan 5 Sikap Ini Setelah Kehilangan Barang Berharga

Sekali lagi komunikasi yang terbuka dan jujur adalah hal terpenting untuk kamu dan pasangan dalam membuat keputusan. Ingat, kamu dan pasangan adalah sebuah tim. Kerjasama adalah mutlak.  

Kamu bukan hanya pasangan hidup; tetapi juga sahabat yang siap untuk menghadapi dunia bersama, disatukan oleh pemahaman yang mendalam tentang gaya keterikatan satu sama lain dan cinta yang tak tergoyahkan. Bukan lebay ya ini.

Cuma tiga aturan tak tertulis yang harus kamu perhatikan dan praktekkan setelah menikah. Gampil lah. Yuk bisa, yuk! 









Sunday, December 29, 2024

Yuk, Omongin 5 Hal Penting Ini Dengan Pasangan Sebelum Menikah

December 29, 2024 0

Obrolan wajib pranikah

Apa yang Sahabat Desi’s Corner bahas dengan pasangan sebelum menikah dulu? Anak, karier, tabungan, keluarga, masa depan atau visi, misi pernikahan. Atau ada tambahan lain lagi kah buat masukkan?

Sepanjang ingatanku dulu sebelum menikah dengan almarhum suami tahun 1999. Kayaknya sih gak sedetail yang ditulis di atas. Aku cuma bilang kalau aku ingin tetap bekerja dan berkarier

Alhamdulillah suami mengizinkan. Sampai akhirnya aku menyudahi kiprah di ranah publik setelah 20 tahun mengabdi di 5 perusahaan yang berbeda.

Kenapa sih, kita harus ngomongin beberapa hal penting yang bakal dibahas ini sebelum menikah dengan pasangan?

Baca Juga: Begini Romantisme Suami Pada Istri Ala Desi's Corner

Ya, karena memang harus. Kamu dan pasangan wajib membicarakan seperti apa dan bagaimana kehidupan berumah tangga nanti.

Terlebih tantangan setelah menikah kalau yang aku pantau di media sosial. Kayaknya lebih menantang di zaman sekarang ini

Kalau sudah ada obrolan meski hanya garis besarnya saja. Seenggaknya salah satu fondasi pernikahan sudah ada.

Menikah kan menyatukan dua kepribadian yang berbeda. Kalau sebelum menikah kita sudah mempunyai misi dan visi yang sama. Maka kita dan pasangan bakal saling mendukung satu sama lain atau bekerja sama untuk mencapai tujuan pernikahan.

Apa saja sih, hal-hal yang harus diomongin bersama pasangan sebelum ijab qobul di depan penghulu?

Baca Juga: 3 Hal Tentang Cinta Dalam Pernikahan yang Diajarkan Nabi Muhammad S.A.W.

Ini dia 5 hal penting yang harus dibicarakan dengan pasangan sebelum menikah:

1. Finansial (keuangan dan pendapatan)

Sepakat dong, kalau modal nikah itu bukan cuma saling cinta doang di zaman brutal kayak sekarang.

Dari berita yang banyak beredar, entah itu di media sosial atau berita di tv. Banyak kasus pasangan yang berpisah dan memutuskan bercerai dikarenakan alasan perekonomian.

Salah satu penyebabnya, ya karena kurangnya perencanaan keuangan. Padahal kestabilan finansial sebelum menikah adalah modal penting untuk membina rumah tangga.

Istilah “rezeki setelah menikah bakal mengikuti” jadi kurang relevan dipakai untuk anak-anak muda yang akan menikah di saat sekarang ini.

Baiknya sih, sebelum menikah obrolin secara terbuka mengenai utang, pendapatan, pinjaman, dan investasi penting untuk menghindari konflik dan kesalahpahaman.

Mungkin karena aku menikah di tahun 1999, dimana cari utangan syaratnya susah pake banget. Jadi, aku dan almarhum suami pada saat menikah nggak punya tanggungan.

Lain hal dengan keadaan sekarang dimana untuk mendapatkan pinjaman gampang banget. Cuma dengan KTP dan lewat gawai, “ting” sejumlah uang yang dimau langsung masuk rekening.

Wajar kalau poin pertama ini harus dibicarakan dengan jujur, terbuka, tanpa ada yang ditutupi demi kelangsungan hidup berumah tangga nanti.

Baca Juga: 5 Alasan Hubungan Kamu Dan Pasangan Tidak Bertahan Lama

Wajib dibicarakan dengan pasangan

2. Visi (impian dan tujuan)

Tidak hanya selama masa pendekatan harus berhubungan baik. Setelah menikah pun harus tetap berhubungan baik dengan pasangan.

Menikah adalah komitmen seumur hidup. Maka setiap harinya kita akan berbagi berbagi rasa kebersamaan bersama pasangan. Impian yang sejalan adalah salah satunya.

Bagaimana bisa mempunyai impian dan tujuan yang sama bersama pasangan kalau tidak bisa berbagi rasa?

Oleh karena itulah, dalam pernikahan harus saling mendukung dan pastinya membutuhkan kemitraan yang baik untuk mewujudkan tujuan pernikahan.

Diskusikan bersama pasangan sebelum menikah. Upaya dan usaha seperti apa yang akan dijalani nantinya jika sudah tinggal dalam satu rumah. 

Baca Juga: Please, Jangan Jadikan 6 Alasan Ini Untuk Menikah Dengan Pasangan

3. Latar belakang keluarga dan budaya

Seperti Kakak yang tahun lalu memutuskan untuk menikah di usianya yang ke-24. Aku bertanya tentang keluarganya.

Mulai dari asalnya, pekerjaan orang tuanya, jumlah adik dan kakaknya, tempat tinggalnya, dan pendidikan.

Semua itu menurutku penting, agar aku dapat memahami budaya, tradisi, dan nilai-nilai keluarga mereka.

Sehingga aku dapat mengimbangi ketika berinteraksi dengan mereka. Nggak lucu aja kalau ngobrol yang akan menjadi keluarga tapi nggak tahu latar belakangnya. Takut nggak nyambung.

Mengenali perbedaan budaya antar dua keluarga seperti ini baiknya memang harus dibicarakan dan ditangani pada tahap awal hubungan.

Baca Juga: 7 Cara Meluluhkan Hati Pria Ala Desi's Corner

4. Perencanaan keluarga

Salah satu yang suka menjadi selisih pendapat antar suami istri adalah tentang keluarga berencana.

Dulu almarhum suami maunya punya tiga orang anak. Sedangkan aku, maunya dua orang saja.

Keluarga berencana adalah pembicaraan pranikah yang juga penting dan harus dilakukan. Perselisihan pendapat tentang hal ini dapat menyebabkan perceraian dan perpisahan. Kata orang mah “perbedaan prinsip”. Gitu kan yang sering kita dengar sebagai alasan berpisah?

Baca Juga: Selembar Surat Untuk Sahabat Sejati

Sebelum menikah harus omongin ini

5. Diskusi tentang karier

Seperti tentara, karyawan yang kena shift, pedagang atau entrepreneur, dan lainnya yang bukan bersifat kerja 9 to 5. Pastinya perlu diobrolin sebelum menikah.

Bukannya apa-apa, karena contoh sifat-sifat pekerjaan yang telah disebut di atas, dapat mempengaruhi kehidupan pribadi dan hubungan kamu dengan pasangan.

Tahu kan, kalau bersuamikan tentara berarti harus siap ditinggal untuk bertugas. Atau buat kamu yang ber calonkan istri seorang perawat misalnya. Kamu harus siap untuk ditinggal karena pekerjaannya menuntut kerja dengan sistem shift.

Itulah sebaiknya kamu berdiskusi dulu tentang preferensi dan tantangan pekerjaan masing-masing. Ya, karena hal ini memainkan peran penting untuk mendapati keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Seharusnya lah kedua pasangan yang akan menikah harus saling mendukung pilihan karier masing-masing agar hubungan tetap langgeng.

Kira-kira seperti itulah hal-hal yang menurutku harus dibicarakan dengan pasangan sebelum menikah.

Baca Juga: 9 Ciri Suami Mencintai Kita Sampai Saat Ini Menurut Para Ahli

Semoga bermanfaat ya. Kalau ada tambahan, boleh lah di sharing. Biar tambah ilmu dan makin kokoh pondasi rumah tangga buat calon-calon pengantin.













Monday, June 10, 2024

Lakukan 5 Sikap Ini Setelah Kehilangan Barang Berharga

June 10, 2024 0

Sikap saat kehilangan barang berharga

Asli kemarin itu, 17 Mei 2024 adalah hari tersedih untuk kesekian kalinya setelah kehilangan barang berharga berupa sebuah gelang yang buatku tidak hanya nilainya tapi juga memori di dalamnya.

Dan aku baru ngehnya itu di hari ketiga dimana gelang itu udah nggak ada di pergelangan tangan kananku. Yaitu pas mandi sore saat menggosok  tangan dengan sabun.

Barang berharga itu berupa gelang yang kubeli hasil dari bonus waktu zaman kerja hampir 12 tahun lalu. Rasa kehilangan yang buat aku kecewa, sedih, bahkan sempat menangis tersedu-sedu gitu.

Kuluapkan kesedihanku dengan menelpon kedua adikku, Kakak (anak), dan tetangga sebelah rumah yang sudah kuanggap keluarga. Ya, maksudnya sih, biar dapet kata-kata yang menghibur dan menenangkan hati.

Sampai cerita yang kutuliskan di blog pribadiku ini. Rasa sedih, menyesal, dan terkadang melamun sambil berandai-andai itu masih ada. Tapi kalau lagi “sadar”, aku bisa menguranginya dengan cara mengucap syukur dan istighfar.

Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Trauma Psikologis Ala Desi's Corner

Sikap Diri Menghadapi Rasa Kehilangan Barang Berharga

Nggak ada kata penghiburan yang paling ampuh kecuali bermonolog atau menasihati diri sendiri. Apa yang dikatakan orang lain, cuma sampai saat kita selesai bercerita tentang kejadian yang menyedihkan itu.

Selebihnya, diri sendirilah yang akan menghadapi “siksaan, penderitaan, penyesalan, kesedihan, kesengsaraan” karena kehilangan barang berharga. Lebay mode on :)

Jangankan kehilangan barang berharga yang kejadiannya baru dua minggu lalu. Kehilangan barang yang sama dan terjadi hampir setahun lalu aja, masih ingat sampai sekarang.

Tapi bukan berarti kejadian yang bikin nyesek itu harus disesali, ditangisi, dan diingat sampai mendarah daging, kan?

Seenggaknya dengan cara-cara bersikap yang sedang kujalani ini. Berharap aku bisa tenang dan menerima dengan lapang dada. Semua pasti Tuhan sudah atur. Entah itu cobaan, ujian, atau hukuman. Cuma diri sendiri yang tahu.

Sikap diri seperti apa yang aku jalani untuk menghadapi rasa kehilangan barang berharga dan memorable itu? 

5 Sikap Setelah Kehilangan Barang Berharga yang Bikin Hati Plong:

Bersyukur karena telah kehilangan barang berharga

1. Ingat Alloh

Apapun yang terjadi, entah itu baik atau buruk. Tetap ingat Alloh.

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ، وَأَزْكَاهَا، عِنْدَ مَلِيكِكُمْ، وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ، وَخَيْرٍ لَكُمْ مِنْ إِعْطَاءِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ، وَخَيْرٍ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ، فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ ” قَالُوا: بَلَى. قَالَ: «ذِكْرُ اللَّهِ تَعَالَى»

Dari Abu ad-Darda` beliau berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Maukah kalian aku beritahu amalan terbaik, tersuci kalian disisi Allâh dan paling tinggi dalam derajat kalian serta lebih baik bagi kalian dari diberi emas dan perak dan lebih baik dari berjumpa musuh kalian lalu kalian penggal leher mereka dan mereka memenggal leher kalian? Mereka menjawab, ‘Ya.’ Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: Dzikir kepada Allâh.

Aku dapat hadis ini ketika tidak sengaja mendengar ceramah Ustadz Adi Hidayat di TikTok. Beliau bilang, dzikir adalah amalan terbaik dari dunia dan seisinya.

Alhamdulillah, hati lagi sedih-sedihnya sedikit terobati. Bahkan sampai sekarang, kalau lihat pergelangan tangan kanan masih suka istighfar. Biar apa? Biar ingat Alloh, kalau semua hanya titipan dan bisa saja barang berharga yang hilang itu jadi perantara diringankannya hisab aku di akhirat kelak.  

2. Ingat nikmat yang lain

Sikap diriku ketika kehilangan barang berharga adalah dengan mengingat nikmat yang telah Alloh berikan.

Hampir setahun lalu aku menjalani operasi jantung pemasangan Permanent Pacemaker (PPM). Aku menginap di empat rumah sakit dengan menempati ruang rawat inap HCU (High Care Unit) dan ICCU (Intensive Coronary Care Unit). Kemudian berakhir dengan tindakan insisi (prosedur medis berupa penyayatan bagian tubuh tertentu untuk kepentingan medis) di RSUPN/RSCM.

Mengingat hal yang hampir merenggut hidupku. Tentu kehilangan barang berharga tidak sebanding nilainya dengan nikmat dunia yang masih bisa kurasakan sampai saat ini.
Doa ini untuk mengingat diri ketika kehilangan barang berharga

3. Ingat! tidak semua orang diberi kesempatan mempunyai barang berharga seperti kamu

Alhamdulillah meski kehilangan barang berharga yang memorable. Tetap bersyukur karena Alloh memberi kesempatan kepadaku untuk dapat menikmatinya.

Banyak orang menabung bertahun-tahun untuk memiliki barang berharga. Tapi belum tentu tersampaikan maksudnya. Bisa jadi karena dananya dibutuhkan untuk keperluan lain sehingga tertunda atau dibutuhkan untuk keperluan prioritas lainnya.


4. Berpikir positif

Sikap yang harus diingat aku lakukan setelah kehilangan barang berharga, adalah tetap berpikir positif.

Asli susah pake banget untuk tetap berpikir positif ketika hati sedang sedih. Sampai sekarangpun, aku masih berperang dengan diri sendiri untuk hal ini.

Segala pikiran Alloh gak sayang aku sampai kenapa Alloh kasih hukuman, membuat batinku lelah. Bahkan beberapa kali aku meninggalkan dzikir setelah sholat sebagai bentuk protes pada Alloh. Astaghfirullah astaghfirullah astaghfirullah. 

5. Gempur hati dengan dzikrullah

Jangan berhenti untuk memuji Alloh. Dzikir pagi-petang, setelah sholat, ketika beraktivitas (masak, menyapu, mencuci, dan lainnya). Jangan biarkan hati kosong dan luput dari kalimat dzikir.

Dzikir favoritku ketika sedang sedih adalah Alhamdulillah. Dengan begitu aku selalu ingat nikmat Alloh yang begitu berlimpah dan tidak sebanding dengan barang berhargaku yang hilang.


Haruskah Bersyukur atau Bersedih

Kehilangan barang berharga menjadi alat muhasabah

Kalau sedih sudah pastilah ya. Secara barang berharga hasil menabung saat kerja bertahun-tahun, hilang begitu saja. Padahal sudah menaruh harapan, kalau ada butuh, bakalan dijual tuh, barangnya.

Nggak bohong, kalau sampai sekarang aku masih melakukan beberapa sikap yang telah disebutkan di atas.

Antara bersyukur dan bersedih masih dirasa secara bersamaan. Banyak-banyak muhasabah gitu deh, jadinya. Sering mengingati diri sendiri dengan memberi kalimat menghibur agar tidak terlalu larut karena kehilangan barang berharga yang memorable itu.

Semoga seiring usaha yang sedang aku jalani ini. Sikap syukur aku dapat menutupi kesedihan yang dirasa. Aamiiin.




Referensi : 

https://almanhaj.or.id/9442-dzikir-amalan-terbaik-dan-tersuci.html